Memiliki website sendiri kini bukan lagi sekadar impian yang sulit digapai. Berkat platform seperti WordPress, siapa pun kini bisa membangun situs web profesional, blog pribadi, atau bahkan toko online tanpa perlu pusing menguasai coding yang rumit. Tak heran, WordPress menjadi Sistem Manajemen Konten (CMS) paling populer sejagat, menggerakkan lebih dari 40% website di seluruh internet.
Namun, sebelum Anda bisa asyik mendesain tampilan atau mengisi konten, ada satu langkah awal yang fundamental: menginstal WordPress itu sendiri. Bagi sebagian pemula, proses cara install WordPress mungkin terdengar seperti tantangan besar, padahal sebenarnya cukup mudah jika Anda tahu seluk-beluk langkahnya. Panduan ini akan mengupas tuntas dua metode instalasi utama: otomatis melalui Softaculous dan manual, sehingga Anda bisa memilih cara yang paling pas di hati.
Mari kita mulai petualangan Anda membangun website impian. Ikuti setiap langkah dengan saksama, dan sebentar lagi Anda akan memiliki instalasi WordPress yang siap untuk dikembangkan!
Persiapan Sebelum Install WordPress
Sebelum terjun langsung ke proses instalasi, ada beberapa hal penting yang perlu Anda siapkan. Persiapan yang matang adalah kunci agar proses instalasi berjalan mulus tanpa kendala berarti.
Memilih Layanan Hosting dan Domain
Langkah pertama dan paling mendasar adalah memiliki hosting dan domain. Bayangkan hosting sebagai “tanah” tempat file website Anda disimpan, sementara domain adalah “alamat unik” website Anda di internet (misalnya, namasaya.com). Pastikan Anda memilih penyedia hosting yang memiliki reputasi baik dan sesuai dengan kebutuhan Anda, serta telah mendaftarkan nama domain yang Anda inginkan.
Kabar baiknya, sebagian besar penyedia hosting kerap menawarkan paket yang sudah termasuk domain gratis untuk tahun pertama. Pilihlah paket yang menyediakan cPanel, sebab mayoritas panduan instalasi WordPress otomatis akan menggunakan panel kontrol yang satu ini.
Memahami Persyaratan Sistem WordPress
Agar dapat berjalan optimal, WordPress memiliki persyaratan sistem minimum. Meskipun sebagian besar penyedia hosting modern sudah memenuhi kriteria ini, tak ada salahnya memastikan. Persyaratan utama meliputi:
- PHP versi 7.4 atau lebih tinggi
- MySQL versi 5.7+ ATAU MariaDB versi 10.2+
- HTTPS support
Mengetahui persyaratan ini akan membantu Anda mengidentifikasi potensi masalah jika ada, walau kasus ini jarang terjadi pada hosting yang dikelola dengan apik.
Mengakses cPanel Hosting Anda
cPanel adalah panel kontrol yang paling lazim digunakan untuk mengelola akun hosting Anda. Dari cPanel ini, Anda bisa mengelola file, database, email, dan tentu saja, menginstal aplikasi seperti WordPress. Setelah membeli hosting, Anda akan menerima email berisi detail login cPanel (URL, username, dan password). Pastikan Anda bisa mengaksesnya sebelum melangkah lebih jauh.
Biasanya, alamat cPanel Anda akan terlihat seperti namadomainanda.com/cpanel atau cpanel.namadomainanda.com. Setelah berhasil login, Anda akan melihat berbagai ikon dan menu yang mungkin terlihat membingungkan di awal, namun kita hanya akan fokus pada beberapa bagian penting saja untuk proses instalasi ini.
Baca Juga: Tutorial WordPress Lengkap: Panduan Pemula hingga Mahir
Cara Install WordPress Otomatis via Softaculous (Paling Mudah)
Metode ini sangat kami sarankan bagi pemula, berkat kemudahannya yang tak diragukan lagi. Softaculous Apps Installer adalah skrip auto-installer yang banyak tersedia di cPanel, memungkinkan Anda menginstal WordPress hanya dengan beberapa klik saja.
Mencari Installer Softaculous di cPanel
Setelah berhasil masuk ke cPanel, gulir ke bawah hingga Anda menemukan bagian “Software” atau “Aplikasi”. Di sana, Anda biasanya akan melihat ikon bertuliskan “Softaculous Apps Installer” atau langsung ikon “WordPress” di bawah bagian tersebut. Klik ikon tersebut untuk memulai proses instalasi otomatis.
Jika Anda tidak menemukan Softaculous, kemungkinan penyedia hosting Anda menggunakan auto-installer lain seperti Fantastico atau QuickInstall. Prosesnya umumnya serupa, jadi Anda masih bisa mengikuti panduan ini dengan sedikit penyesuaian.
Mengisi Detail Instalasi WordPress
Setelah mengklik Softaculous, Anda akan dibawa ke halaman instalasi WordPress. Di sini, Anda perlu mengisi beberapa informasi penting:
- Pilih Protokol: Pilih
https://jika Anda sudah memiliki sertifikat SSL terinstal (ini sangat direkomendasikan!). Jika belum, pilihhttp://, tapi pastikan untuk menginstal SSL secepatnya. - Pilih Domain: Pilih domain tempat Anda ingin menginstal WordPress.
- Direktori: Biarkan kosong jika Anda ingin menginstal WordPress langsung di domain utama Anda (misalnya,
namadomainanda.com). Namun, jika Anda ingin menginstal di subfolder (misalnya,namadomainanda.com/blog), masukkan nama folder di sini. - Nama Situs: Masukkan nama website Anda (jangan khawatir, ini bisa diubah nanti).
- Deskripsi Situs: Masukkan deskripsi singkat website Anda (ini juga bisa diubah nanti).
- Nama Pengguna Admin: Buat nama pengguna yang kuat (hindari menggunakan “admin” demi keamanan).
- Kata Sandi Admin: Buat kata sandi yang sangat kuat dan unik.
- Email Admin: Masukkan alamat email yang aktif untuk notifikasi dan pemulihan kata sandi.
- Pilih Bahasa: Pilih bahasa yang Anda inginkan untuk dasbor WordPress.
Pastikan semua detail diisi dengan cermat, terutama nama pengguna dan kata sandi admin, karena inilah yang akan Anda gunakan untuk masuk ke dasbor WordPress nantinya.
Menyelesaikan Proses Instalasi Otomatis
Setelah semua informasi terisi, gulir ke bawah dan klik tombol “Install”. Softaculous akan membutuhkan waktu sejenak untuk mengunduh file WordPress, membuat database, dan mengkonfigurasi semuanya. Anda akan melihat bilah progres selama proses ini.
Setelah selesai, Anda akan melihat pesan sukses yang berisi tautan ke halaman admin WordPress Anda (misalnya, namadomainanda.com/wp-admin) dan tautan ke website Anda. Simpan tautan dan kredensial login Anda dengan aman. Selamat, Anda telah berhasil cara install WordPress secara otomatis!
Baca Juga: Cara Install WordPress di Hosting dengan Mudah & Cepat
Cara Install WordPress Manual: Mengunduh File WordPress
Instalasi manual memberikan kendali penuh, walau prosesnya sedikit lebih kompleks. Metode ini sangat berguna jika auto-installer tidak tersedia atau jika Anda memiliki kebutuhan konfigurasi khusus. Langkah pertama adalah mendapatkan file WordPress itu sendiri.
Mengunduh Paket WordPress Terbaru
Kunjungi situs resmi WordPress.org (penting: bukan WordPress.com) untuk mengunduh versi terbaru dari WordPress. Cari tombol “Get WordPress” atau “Download WordPress”. Biasanya, Anda akan mengunduh file dalam format .zip.
Pastikan Anda selalu mengunduh dari sumber resmi untuk menjamin keamanan dan mendapatkan versi yang paling stabil dan terbaru. Simpan file ini di lokasi yang mudah dijangkau di komputer Anda.
Mengekstrak File WordPress ke Komputer
Setelah file .zip selesai diunduh, ekstrak isinya ke folder baru di komputer Anda. Anda bisa menggunakan program seperti WinRAR, 7-Zip, atau fitur ekstrak bawaan sistem operasi Anda. Setelah diekstrak, Anda akan menemukan folder bernama “wordpress” yang berisi semua file inti WordPress.
Mengekstrak file ini terlebih dahulu di komputer Anda akan mempermudah proses pengunggahan nantinya, karena Anda bisa mengunggah folder yang sudah siap secara keseluruhan.
Membuat Database MySQL Baru di cPanel
WordPress membutuhkan database untuk menyimpan semua konten, pengaturan, dan informasi lainnya. Jadi, Anda perlu membuat database MySQL baru melalui cPanel:
- Login ke cPanel Anda.
- Cari bagian “Databases” dan klik “MySQL Databases”.
- Di bagian “Create New Database”, masukkan nama database yang unik (misalnya,
user_namadatabase) dan klik “Create Database”. - Setelah database berhasil dibuat, kembali ke halaman “MySQL Databases”.
- Gulir ke bawah ke bagian “MySQL Users”. Buat user baru dengan nama pengguna dan kata sandi yang kuat. Klik “Create User”.
- Gulir lagi ke bawah ke bagian “Add User To Database”. Pilih user yang baru Anda buat dan database yang baru Anda buat, lalu klik “Add”.
- Pada halaman berikutnya, centang kotak “ALL PRIVILEGES” dan klik “Make Changes”.
Catat baik-baik nama database, nama pengguna database, dan kata sandi database. Informasi ini akan menjadi kunci utama untuk langkah selanjutnya dalam proses cara install WordPress secara manual.
Baca Juga: 10 Tema WordPress Gratis Terbaik untuk Website Profesional
Cara Install WordPress Manual: Mengunggah File ke Hosting
Setelah file WordPress berhasil diunduh dan database siap, langkah selanjutnya adalah mengunggah file-file tersebut ke server hosting Anda.
Menggunakan File Manager cPanel untuk Upload
Ini adalah metode yang lazim dan cukup ringkas untuk mengunggah file secara manual:
- Login ke cPanel Anda.
- Cari bagian “Files” dan klik “File Manager”.
- Di File Manager, navigasikan ke folder
public_html(ini adalah root directory untuk domain utama Anda). Jika Anda menginstal di subdomain atau addon domain, navigasikan ke folder yang sesuai. - Klik tombol “Upload” di bagian atas.
- Pilih file
.zipWordPress yang telah Anda unduh tadi dari komputer Anda. Tunggu hingga proses upload selesai (progress bar akan menunjukkan 100%). - Setelah terunggah, kembali ke File Manager, klik kanan pada file
.zipWordPress tersebut, dan pilih “Extract”. Ekstrak ke dalam folderpublic_html(atau folder domain/subdomain Anda). - Setelah diekstrak, Anda akan menemukan folder “wordpress” di dalam
public_html. Pindahkan semua isi dari folder “wordpress” ini langsung kepublic_html. Setelah itu, hapus folder “wordpress” yang kosong dan file.zipyang sudah diekstrak untuk menjaga kerapian.
Memindahkan file ke public_html memastikan website Anda dapat diakses langsung dari domain utama Anda. Jika Anda ingin menginstal di subfolder, cukup pindahkan isi folder “wordpress” ke subfolder tersebut.
Menggunakan FTP Client (FileZilla)
Bagi pengguna yang lebih mahir atau jika Anda memiliki banyak file untuk diunggah, menggunakan FTP client seperti FileZilla bisa jadi pilihan yang lebih efisien:
- Unduh dan instal FileZilla di komputer Anda.
- Dapatkan detail FTP Anda dari cPanel (biasanya di bagian “FTP Accounts”). Anda memerlukan Host (biasanya IP server atau
ftp.namadomainanda.com), Username, dan Password. - Buka FileZilla, masukkan detail FTP Anda di bagian Quickconnect di atas, lalu klik “Quickconnect”.
- Setelah terhubung, navigasikan ke folder
public_htmldi panel “Remote site” (sisi kanan). - Di panel “Local site” (sisi kiri), navigasikan ke folder “wordpress” yang sudah Anda ekstrak di komputer Anda.
- Pilih semua file dan folder di dalam folder “wordpress” lokal, lalu seret dan lepas ke folder
public_htmldi “Remote site”. Tunggu hingga semua file selesai diunggah.
Proses ini mungkin memakan waktu, tergantung pada kecepatan internet Anda dan jumlah file. Pastikan semua file terunggah dengan sempurna.
Memindahkan atau Mengekstrak File di Server
Jika Anda mengunggah file .zip melalui File Manager, Anda perlu mengekstraknya di server. Namun, jika Anda mengunggah file satu per satu melalui FTP, langkah ini tidak diperlukan. Setelah diekstrak, pastikan semua file WordPress (seperti index.php, wp-admin, wp-content) berada langsung di direktori root domain Anda (misalnya, public_html) atau di direktori subfolder yang Anda inginkan.
Ini adalah tahap esensial agar peramban dapat menemukan file instalasi WordPress saat Anda mengakses domain Anda. Pastikan tidak ada folder “wordpress” bertumpuk yang menghalangi akses.
Baca Juga: Plugin WordPress Wajib: Tingkatkan Performa & Keamanan Situs Anda
Cara Install WordPress Manual: Konfigurasi Database
Setelah semua file terunggah, kini saatnya menghubungkan WordPress dengan database yang telah Anda siapkan.
Mengedit File wp-config-sample.php
Di dalam folder WordPress yang Anda unggah (misalnya, di public_html), cari file bernama wp-config-sample.php. Anda perlu mengedit file ini untuk memasukkan detail database Anda. Anda bisa mengeditnya langsung melalui File Manager cPanel (klik kanan > Edit) atau mengunduhnya, mengeditnya dengan text editor (seperti Notepad++ atau Sublime Text), lalu mengunggahnya kembali.
Pastikan Anda hanya mengedit bagian yang diperlukan dan tidak mengubah struktur kode lainnya agar tidak terjadi kesalahan.
Mengisi Detail Database
Dalam file wp-config-sample.php, Anda akan menemukan bagian yang mirip dengan ini:
define( 'DB_NAME', 'database_name_here' );
define( 'DB_USER', 'username_here' );
define( 'DB_PASSWORD', 'password_here' );
define( 'DB_HOST', 'localhost' );
Gantilah 'database_name_here', 'username_here', dan 'password_here' dengan informasi database yang sudah Anda catat sebelumnya saat membuat database di cPanel. Untuk DB_HOST, biasanya tetap 'localhost', kecuali penyedia hosting Anda memberikan informasi lain.
Satu hal yang perlu diingat: pastikan tidak ada spasi ekstra atau karakter yang salah saat Anda memasukkan kredensial ini. Kesalahan kecil di sini bisa berakibat fatal, yaitu masalah koneksi database.
Mengganti Nama File wp-config-sample.php
Setelah Anda selesai mengedit dan menyimpan perubahan pada file wp-config-sample.php, langkah krusial berikutnya adalah mengganti nama file tersebut menjadi wp-config.php. Ini adalah nama file konfigurasi yang akan dicari oleh WordPress saat pertama kali diakses.
Jangan sampai lupa langkah ini, karena WordPress tidak akan bisa mengenali konfigurasi Anda jika nama filenya masih wp-config-sample.php. Ingat, file wp-config.php adalah jantung yang menghubungkan instalasi WordPress Anda dengan database.
Baca Juga: 10+ Tema WordPress Gratis Terbaik untuk Website Anda
Menjalankan Instalasi WordPress Manual Melalui Browser
Setelah semua file terunggah dan konfigurasi database rampung, kini saatnya menyelesaikan instalasi melalui browser.
Mengakses URL Instalasi WordPress
Buka peramban web Anda dan ketikkan alamat domain Anda (misalnya, namadomainanda.com). Jika semua langkah sebelumnya sudah benar dan tidak ada yang terlewat, Anda akan disambut antarmuka instalasi WordPress.
Namun, jika Anda melihat pesan error seperti “Error Establishing a Database Connection” atau halaman kosong, jangan panik. Periksa kembali file wp-config.php Anda dan pastikan kredensial database sudah benar.
Memilih Bahasa Instalasi
Halaman pertama yang muncul adalah pilihan bahasa. Pilih bahasa yang Anda inginkan untuk dasbor WordPress Anda. Setelah memilih, klik tombol “Continue”.
Penting untuk diketahui, pilihan bahasa ini hanya mempengaruhi antarmuka dasbor admin, bukan konten website Anda.
Mengisi Informasi Situs dan Admin
Anda akan dibawa ke halaman “Welcome to WordPress”. Di sini, Anda perlu mengisi detail situs dan akun admin:
- Judul Situs: Nama website Anda (bisa diubah nanti, jadi jangan terlalu pusing).
- Nama Pengguna: Buat nama pengguna yang kuat untuk login admin (hindari “admin” atau nama yang mudah ditebak demi keamanan).
- Kata Sandi: Buat kata sandi yang sangat kuat, kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol adalah kuncinya.
- Email Anda: Masukkan alamat email yang aktif untuk notifikasi penting dan pemulihan kata sandi.
- Visibilitas Mesin Pencari: Centang kotak “Minta mesin pencari untuk tidak mengindeks situs ini” jika Anda belum ingin website Anda muncul di hasil pencarian (misalnya, jika masih dalam tahap pengembangan). Jangan lupa untuk menonaktifkan ini setelah website Anda siap tayang!
Setelah semua terisi dengan benar, klik tombol “Install WordPress“. Proses ini akan memakan waktu singkat, dan setelah itu, Anda akan melihat pesan sukses yang melegakan.
Baca Juga: Tema WordPress Terbaik 2026: Panduan Lengkap Memilih
Langkah Setelah Instalasi WordPress Berhasil
Selamat! Anda telah berhasil menginstal WordPress. Namun, perlu diingat, perjalanan Anda baru saja dimulai. Ada beberapa langkah awal yang perlu Anda lakukan untuk memulai membangun website impian Anda.
Mengakses Dashboard WordPress
Setelah instalasi selesai, Anda akan melihat tombol “Log In”. Klik tombol tersebut atau kunjungi namadomainanda.com/wp-admin di peramban Anda. Masukkan nama pengguna dan kata sandi admin yang telah Anda buat selama proses instalasi.
Inilah “pusat komando” website Anda. Dari dasbor ini, Anda bisa mengelola semua aspek website Anda, mulai dari konten, tampilan, hingga fungsionalitas.
Memilih Tema dan Plugin Awal
Dua hal pertama yang mungkin ingin Anda jelajahi adalah tema dan plugin:
- Tema: Ini menentukan tampilan visual website Anda. Anda bisa mencari tema gratis di direktori WordPress (Tampilan > Tema > Tambah Baru) atau membeli tema premium yang lebih canggih.
- Plugin: Ini berfungsi untuk menambahkan fungsionalitas ekstra ke website Anda (misalnya, formulir kontak, SEO, galeri gambar). Jelajahi direktori plugin (Plugin > Tambah Baru) untuk menemukan yang Anda butuhkan.
Pilihlah tema yang responsif dan sesuai dengan tujuan website Anda. Untuk plugin, mulailah dengan yang esensial seperti plugin keamanan, SEO, dan caching agar website Anda berjalan lancar.
Mengamankan Instalasi WordPress Anda
Keamanan adalah aspek penting yang tak boleh diabaikan. Beberapa langkah awal untuk mengamankan WordPress Anda meliputi:
- Ganti URL Login Default: Gunakan plugin keamanan untuk mengubah URL
wp-adminatauwp-login.phpagar tidak mudah ditebak oleh pihak tak bertanggung jawab. - Gunakan Kata Sandi Kuat: Selalu gunakan kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol untuk kata sandi Anda.
- Instal Plugin Keamanan: Contohnya seperti Wordfence atau Sucuri Security yang terbukti andal.
- Aktifkan SSL: Pastikan website Anda menggunakan HTTPS untuk enkripsi data, ini penting untuk kepercayaan pengunjung.
- Backup Rutin: Konfigurasikan backup otomatis untuk seluruh website Anda, ini seperti payung sebelum hujan.
Mengambil langkah-langkah keamanan ini sejak awal akan melindungi website Anda dari ancaman umum dan memberikan ketenangan pikiran.
Baca Juga: Plugin WordPress Terbaik 2026: Tingkatkan Kinerja Situs Anda
Tips Penting untuk Keamanan dan Kinerja WordPress
Setelah instalasi WordPress Anda berjalan, menjaga keamanan dan kinerja adalah kunci utama untuk kesuksesan jangka panjang website Anda.
Selalu Perbarui WordPress, Tema, dan Plugin
Salah satu penyebab utama kerentanan keamanan adalah perangkat lunak yang kedaluwarsa. WordPress, tema, dan plugin secara berkala merilis pembaruan yang mencakup perbaikan bug, fitur baru, dan yang paling penting, patch keamanan. Pastikan Anda selalu memperbarui semuanya ke versi terbaru segera setelah tersedia.
Sebelum melakukan pembaruan besar, selalu disarankan untuk melakukan backup website Anda terlebih dahulu untuk berjaga-jaga jika ada masalah kompatibilitas yang tak terduga.
Gunakan Plugin Keamanan yang Andal
Meskipun WordPress itu sendiri cukup aman, menambahkan lapisan perlindungan ekstra dengan plugin keamanan sangat direkomendasikan. Plugin seperti Wordfence Security, iThemes Security, atau Sucuri Security menawarkan fitur-fitur canggih seperti firewall, pemindaian malware, perlindungan brute-force, dan otentikasi dua faktor. Ini akan secara signifikan meningkatkan pertahanan website Anda terhadap serangan siber.
Pilih satu plugin keamanan yang komprehensif dan konfigurasikan dengan benar. Ingat, terlalu banyak plugin keamanan bisa menyebabkan konflik atau justru menurunkan kinerja.
Optimasi Kecepatan Website Anda
Kecepatan loading website sangat penting, tidak hanya untuk pengalaman pengguna yang baik tetapi juga untuk SEO. Website yang lambat bisa membuat pengunjung pergi dan mempengaruhi peringkat Anda di mesin pencari. Beberapa cara jitu untuk mengoptimalkan kecepatan WordPress meliputi:
- Gunakan Plugin Caching: Contohnya WP Super Cache, W3 Total Cache, atau LiteSpeed Cache.
- Optimasi Gambar: Kompres gambar sebelum mengunggahnya atau gunakan plugin optimasi gambar.
- Pilih Hosting Cepat: Hosting yang berkualitas tinggi akan memberikan fondasi kinerja yang lebih baik dan responsif.
- Gunakan CDN (Content Delivery Network): Untuk mendistribusikan konten Anda secara global dan mempercepat akses bagi pengguna di lokasi berbeda.
Melakukan optimasi kecepatan secara berkala akan memastikan website WordPress Anda tetap ngebut, responsif, dan memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjung.
Kesimpulan
Menginstal WordPress adalah langkah pertama yang menarik dalam perjalanan Anda membangun kehadiran online. Seperti yang telah kita bahas, ada dua metode utama: instalasi otomatis melalui Softaculous yang sangat mudah dan ideal bagi pemula, serta instalasi manual yang memberikan kontrol lebih besar bagi pengguna yang lebih berpengalaman. Keduanya punya kelebihan masing-masing, dan Anda bisa memilih metode yang paling sesuai dengan tingkat kenyamanan dan kebutuhan Anda.
Tidak peduli metode mana yang Anda pilih, kunci utamanya adalah mengikuti setiap langkah dengan cermat dan memastikan semua detail, terutama kredensial database dan admin, sudah benar. Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang baik tentang prosesnya, Anda akan menemukan bahwa cara install WordPress bukanlah hal yang menakutkan, melainkan gerbang menuju dunia kreasi digital yang tak terbatas.
Setelah instalasi berhasil, jangan lupa untuk segera mengambil langkah-langkah awal seperti mengakses dasbor, memilih tema dan plugin esensial, serta mengamankan website Anda. Dengan WordPress di tangan, kini Anda memiliki platform yang kuat dan fleksibel untuk mewujudkan semua ide website Anda. Selamat membangun!
FAQ
WordPress adalah sistem manajemen konten (CMS) open-source yang memungkinkan Anda membuat website, blog, atau toko online tanpa perlu coding sama sekali. WordPress sangat populer karena kemudahan penggunaannya, fleksibilitasnya melalui tema dan plugin, serta komunitas dukungan yang besar di seluruh dunia.
Perangkat lunak WordPress itu sendiri gratis, tak dipungut biaya sepeser pun. Namun, Anda memerlukan biaya untuk membeli domain (sekitar Rp100.000-Rp200.000 per tahun) dan hosting (mulai dari Rp20.000-Rp100.000+ per bulan, tergantung paket dan penyedia). Jadi, biaya utamanya terletak pada infrastruktur pendukung yang mutlak dibutuhkan.
Secara teknis, Anda memang bisa menginstal WordPress di komputer lokal Anda (menggunakan XAMPP, WAMP, atau MAMP) untuk tujuan pengembangan atau belajar. Namun, website tersebut tidak akan bisa diakses oleh orang lain di internet. Untuk membuat website Anda online dan dapat diakses publik, Anda wajib memiliki layanan hosting.
Jika instalasi gagal, jangan langsung menyerah! Periksa kembali langkah-langkah yang Anda lakukan. Untuk instalasi otomatis, pastikan semua detail terisi dengan benar. Untuk instalasi manual, periksa kembali kredensial database di wp-config.php dan pastikan semua file WordPress terunggah ke direktori yang benar. Jika masih bermasalah, jangan ragu menghubungi dukungan teknis penyedia hosting Anda.
Instalasi otomatis (via Softaculous atau sejenisnya) adalah cara termudah dan tercepat, sangat cocok untuk pemula. Ini mengotomatiskan seluruh proses dari pengunduhan hingga konfigurasi database. Sementara itu, instalasi manual melibatkan pengunduhan file WordPress, pembuatan database secara terpisah, pengunggahan file via File Manager/FTP, dan konfigurasi wp-config.php secara manual. Cara ini memberikan kontrol lebih, namun sedikit lebih kompleks dan membutuhkan ketelitian ekstra.